Ketahuilah bahkan sejak timbul rasa itu, hingga hari ini, tak sedetikpun rasa itu berlalu dari hati, pikir, dan jiwaku. Setiap deru nafasku, aku punya kekhawatiran akanmu. Selalu dan senantiasa tak ada detik berlalu tanpa angan tentangmu.
Mungkin aku salah, sebuah memori akan masalalu terkenang dikala masa depanku telah dibabarkan jelas dan gamblang. Aku berdosa pada Alam, dan ia yang menaruh mimpinya di pundakku. Tapi, bisakah aku menyalahkan Hati? Bisakah aku menyalahkan Rasa? Entahlah, hanya Alam sendiri yang mampu memberikan jawabnya ...
Tapi satu tanyaku, mengapa kami harus bertemu begitu singkat, dan bahkan terlalu dini untuk kebersamaan di masa kelahiran-kelahiran mendatang. Tahukah bahwa ini menyiksa? Tahukah bahwa ini menyakitkan? Kerinduan tetaplah luka, sampai kerinduan itu berbalas, dan Cinta adalah racun yang ditengguk sendiri bila itu tak berbalas & tak berbunga ~
Sempat aku berfikir, mungkinkah jalan dari rasa ini adalah waktu dan keadaan yang merubahnya, memudarkan Rasa dan menghapuskan dosa atas rasa itu. Maka kini, biar waktu yang menjawab. Karena aku tak mampu merubah Rasa ini sendirian ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar