... mungkin sudah habis semua kata di bibir ini untuk mengucap bagaimana apresiasi Hatiku padamu. Tapi ketahuilah, sesuatu yang pasti bahwasanya aku merindukanmu untuk kebersamaan kita kelak. Aku mengasihimu sekasih-kasihnya aku padamu, lebih daripada sebersit nyawa tubuh ini dan sehela nafas torak ini. Hati ini milik kepunyaanmu sajalah, tak ada yang lain ~
Bagi sebagian besar orang, melawan takdir adalah hal yang amat tabu, dan kadang merugikan. Adakalanya, kita berhak untuk menerima hal yang lebih baik, namun kita tetap memaksakan sesuatu yang sesungguhnya tak baik, dan tak diperkenankan untuk kita, dengan alasan "
jauh dibawah standar" tersebut. Naluri kita tahu pasti hal tersebut kecil peluangnya untuk diraih, namun kita berharap, beraspirasi, mencoba "
menambah tabungan demi tukar tambah", dan aksi-aksi positif lainnya yang merujuk jalan kita kesana, agar mudah meraih hal tersebut. Mungkin, inilah yang tengah kulakukan. Lucu ya, seseorang yang tahu persis apa dan bagaimana takdirnya, yang justru seharusnya bisa memperoleh hal yang jauh lebih baik, yang diimpikan kebanyakan orang, justru memungirinya, kemudian beraspirasi agar sesuatu yang "
berada dibawah standar" bisa dirubah keadaannya agar lebih baik, setidaknya
agak cocok. Tak perlu mirip, serupa, apalagi identik dengan yang seharusnya diperoleh tersebut.
Ya, lagi-lagi ini soal jodoh, pasangan, dan pendamping hidup, hal yang menjadi prioritas utamaku, tak ada yang lain. Aku hanya punya satu mimpi akan hal itu, dan itu adalah dia. Suatu sugesti alam bawah sadar yang kerap kutanamkan selalu senantiasa tanpa henti, sebagai satu-satunya motivasi kehidupan bagiku, yang secara dahsyat tiba-tiba merubah jalan pola pikirku untuk melangkah, malahan melompat, 10 langkah lebih jauh ke depan daripada yang biasa kupikirkan, lepas dari karakterku yang suka untuk apa adanya, praktis fleksibel. Pembunuhan karakterkah? Bisa kukatakan
NYARIS! Ya, inilah aku. Apapun demi Cinta yang menjadi tujuan akhir hidupku berlabuh, dialah Cinta, dan apapun kuusahakan yang terdahsyat yang kusanggup hanya untuk demi dan hanya untuk dia, dia, dan sekali lagi dia. Tak ada yang lain.
Ya, aku tau. Kanjeng Bopo Angkoso lan Kanjeng Ibu Bumi selalu memberi penawaran terbaik yang seharusnya aku bisa raih atas karmaku. Aku tahu, aku sangat appreciate, aku sangat bersyukur, dan akupun tak meluputkan kasihku padanya. Seorang Imam Wanita Agung Pagan diberikan padaku, dan aku tahu dia yang
98% PERFECTO! dannnn.... aku tak bisa pungkiri itu, aku akan bahagia sangat memiliki dia. Aku lihat kepolosan Hati yang ditunjukkannya sedikit padaku, dan aku tahu apa artinya. Hatiku tak buta samasekali. Tiap pemberianku itu punya arti, dan tak sembarangan kuberikan, ini catatanku untuknya. Dia adalah teman hidup terbaik yang aku inginkan dan idam-idamkan, sahabat hidup dan sahabat Spiritual, luar biasa... Tapi, atas alasan itulah aku enggan memberi ia mimpi samasekali. Aku tak mau mendua, aku cuma punya satu mimpi, dan ................................... (aku sudah kehabisan kata-kata disini, ketika setetes air mata membasahi masing-masing pelupuk mataku ...)
Tapi 1 yang pasti. Jika mimpiku untuk dia yang aku impikan & cita-citakan selalu, ditolak, aku akan kembali untukmu. Aku tau saat ini dimanapun kamu berada, kamu bisa merasakan hal ini. Aku memang tak bisa mengatakan hal ini langsung padamu, betapa dosanya aku pada Ibu Bumi yang menghidupi aku dan Bapak Angkasa yang menaungi aku, bilamana aku mengatakan janji ini. Tapi, peganglah kata-kata ini, karena akupun akan memegangnya: jika dia tidak kembali, aku akan pulang ke hatimu, hati yang seluas Angkasa, sedalam Samudra, seliar Belantara, dan se-membahana gemuruh Guntur. Hati yang sejiwa dan senaluri dengan Alam, Hati yang Sehati dengan ku. Mengapa?
1. Aku harus menepati janji Hati & Cintaku. Apa yang terbaik itu tak ada, hanya bagaimana kita menjalani dan
mengisinya, itulah yang membuatnya menjadi baik, indah, atau malahan hancur ...
2. Aku tak mau dia mengacak-acak semua hal baik dan indah yang nantinya kita rencanakan. Ketahuilah, dia akan melakukan segala hal untuk membawaku kembali, dan bila itu terjadi maka apa yang dulu pernah aku rasakan akan kembali, dan aku 'tak mau itu ...