Senin, 07 Juli 2014

Bersatunya Dua Hati

16 Juni 2014, hari dimana kami memutuskan untuk memulai sesuatu, awal dari segala perkenalan kami dari hati ke hati serta seluruh aspek kehidupan kami ...

Banyak proses panjang yang harus kami sama-sama lewati untuk dapat bersanding & disatukan secara sakral kelak. Yaaa.... banyak hal yang sampai saat ini aku sering sembunyikan darinya. Bukan sesuatu yg gawat, namun karena hal itu membosankan sebenarnya. dan aku takut ia jenuh dengan monotonitas aktifitasku di luaran sana yang melulu seputar Supra & Supri. Ya gak semua sih, hanya 80%. Ya inilah rutinitasku. Ada waktunya aku harus mengakuinya blak-blakan 100% dimatanya. Tapi semua butuh waktu...

Kemarin, aku bersama si kakak yang resek itu, menemaninya ke sebuah Bio rumahan yang in progress renovasi, sudah sampai 85% rampung. Sisanya pemasangan atribut elektrik, pemindahan + pengadaan Kimsien, dkk. Ok, semua berjalan mulus pada awalnya, dan banyak orang-orang baru yang kukenal. Hingga waktu makan malam, seorang praktisi, kenalan baru, berceloteh tentang karakteristik calonku ini dari kacamatanya yang kuanggap lancang. Ok, aku tidak etis demikian, tapi itulah sikapku. Hidup punya pilihan & aku memilih dia.

Orang itu mempermasalahkan alm. ayahnya yang menurut versinya adalah jawara di masanya & ia berasal dari garis leluhur para praktisi Supernatural, serta betapa kuatnya Spiritual keluarganya. Any problems? Justru itulah yang aku mimpikan untuk dapatkan, aku doakan senantiasa, karena keluarga demikianlah yang mampu menerimaku apa adanya. Jadi, jangan coba dongengi aku dengan ketakutan-ketakutan semacam itu, aku justru mencarinya. Masalah ekonomis, kurasa wajar bagi wanita. Ia hanya mau calon ayah terbaik bagi anak-anaknya & suami, serta imam baginya.

Proses saling mengenal ini aku harap menyenangkan & berlangsung lancar hingga akhir yang kuharapkan. Sebagaimana Langit & Bumi menjodohkan kami, Mereka akan melancarkan jalan kami, menyingkirkan halangan-halangan dari hubungan suci kami, hingga akhirnya kami sama-sama berlabuh di dermaga indah itu, untuk berpindah dalam 1 perahu besar, yaitu keluarga, untuk kemudian mengarungi samudera yang luas, hingga hanya maut yang memisahkan kami sementara, dan kami akan bertemu lagi kelak. Aku percaya itu, semua karena Ibu Semesta Alam, Ia meneguhkanku akan segala ketakutanku.



Semoga kami tak lagi terpisah oleh sebab apapun, semata-mata karena ego kami, atau karena orang ketiga. Biarkan kami terus satu dalam ikatan suci ini, bahkan hingga mautpun tak dapat memisahkan ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar