Senin, 28 April 2014

Kamulah Pasangan Terindahku ...

"Memilih pasangan sembarangan itu dosa, karena gak cuma "mencelakakan" diri sendiri, tapi juga orang lain......"
Mungkin gak sih seseorang yang mengungkapkan hal ini "sembarangan" dalam memilih pasangan? Yakinku sih tidak, dan moga-moga tidak. Untukku, ungkapan ini kutulis dengan sadar dan "terang".



Seseorang kembali dari masa lalu, dan entah kenapa aku yakin bahwa dialah yang terbaik untukku. Cukup kuat rasa di jiwa ini untuk pelan-pelan mengikis rasa sakit masa lalu yang pernah timbul. Jelas sih, sekarang aku enggan menyalahkan siapapun atas rasa sakit itu, aku cuma ingin membangun imagi positif dalam batin & pikiranku tentang dia.

Baru saja aku terjaga & shock sangat dengan apa yang ditulisnya via Messenger tersebut. Aku sontak berfikir jernih dengan kepala dingin, jauh ke depan. Sudah kedua kalinya aku berfikir terlalu jauh ke depan hanya demi & untuk dia semata. Bukan cuma menghibur, tapi ini planning jangka panjang yang siap kumatangkan.

Dalam hidup, kita semua akan melalui proses-proses pematangan batin & pikiran, dalam berbagai aspek kehidupan tentunya. Proses panjang yang tak akan pernah selesai hingga kita memasuki sebuah bilik berukuran 1 x 2. Dan, akupun sudah siap untuk dia dengan segala resikonya.

Aku hanya ingin membiarkan dia matang lebih dahulu, untuk berfikir masak apakah tawaranku ini bercanda atau serius. Dan apakah aku yakin dengan hatiku atau tidak.

Pesan balasan darinya yang panjang & membuatku shock itu, yang isinya pernyataan rasa sakit masa lalu nya akan aku, ke engganan menjadi pilihanku karena merasa gak pantas, dan keinginan menganggap hubungan masa lalu kami tak pernah ada. Pernyataan mirip dan senada dengan apa yang dulu pernah diutarakannya, semata karena kekecewaannya.

"Dear... pernahkah kamu berfikir bahwa aku perlu mematangkan pikiran & batinku untuk siap bersanding denganmu? Dan tahukah kamu mengapa aku begitu yakin & siap bersanding denganmu? Dan harus pulakah aku bicara bahwa kedua orang tuaku telah mempersiapkan tempat kita menetap setelah bersatu nanti? Please yakinlah dengan Hatiku saja, terimalah aku seadanya, dan kamu akan memperoleh "seadanya" dari apapun yang aku punya, apapun itu..."

Tak mungkin aku membicarakan soal lahan sepetak & sepotong kamar itu dengan seseorang yang tak yakin dengan hatiku. Aku mau ia memilih aku semata-mata karena aku & hatiku saja, bukan melihat pada aset tersebut...

Kenapa aku memilih lagi ia, bukan seseorang yang dijanjikan untukku? Karena aku yakin kesempurnaan datangnya dari kesatuan dua orang yang tak sempurna, yang berusaha menjalaninya dengan indah. Keindahan itulah "sejatining" kesempurnaan...

Rasanya, sisa malam yang masih panjang ini terlalu indah dan menyedihkan bila dilalui dengan beristirahat. Biarkan aku terjaga, supaya aku bisa mematangkan lagi isi kepalaku, semua tentang bagaimana langkah hidupku jauh ke depan, yang semata-mata hanya untuk & demi dia, mimpi-mimpinya, dan kebahagiaan kami, juga anak-anak kami kelak.

Aku mau hidup hanya untuk & demi dia seorang. Aku hanya mau mengikuti hatiku saja, karena ialah yang terbenar. Dan hatiku berujar, dialah yang terindah & terbaik untukku, tak ada yang bisa menyayangiku melebihi dia. Tak ada yang lebih layak menjadi ibu dari anak-anakku selain orang seperti ibuku, dan aku telah menemukan pembawaan itu dalam dirinya.

Inilah aku, hidupku, mimpiku, cita-cintaku, dan angan-anganku yang terdalam. Mimpi yang ingin aku bangun dari nol bersama & untuk dia seorang semata ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar