Atas nama Cinta, aku sudah 'tak ragu lagi melangkah, mempersiapkan + mengisi kehidupan, dan menunggu hanya untuk Dia. Hari ini, iman Cintaku akan Dia dikuatkannya kembali. Ia meyakinkanku bahwa Ia akan menggenapi janjinya.
Hari ini, aku sedikit belajar bahwa tiap orang umumnya memiliki "sentimen-sentimen pribadi", entah pada seseorang atau sebuah keadaan, baik sentimen positif maupun negatif. Dan disinilah aku menyadari, bahwa aku memang perlu mempertimbangkan saran seseorang, tapi terdahulu menimbang adakah unsur sentimen pribadi di dalamnya.
Setiap orang menginginkan hal yang terbaik bagi Sahabat, Saudara, maupun Karib nya. Melalui pemberian saran, diharapkan orang terkasihnya ini mempertimbangkan saran mereka untuk kebaikan dirinya. Pasalnya, acap saran yang diberikan mencakup sentimen pribadi si pemberi saran, baik sengaja maupun tidak.
Ya, penyesalan selalu datang belakangan. Senantiasa belajarlah dari pengalaman pribadi, maupun mereka yang berkenan berbagi agar tak. Sama seperti penyasalanku akan Dia, yang kini hanya bisa kunanti hingga waktu mengizinkan kami bersanding.
Waktu mendewasakan masing-masing dari kami, entah dari dalam maupun luar. Ia tak lagi seperti yang dulu, ia kini menjadi jiwa yang diidam-idamkan. Sebuah kebahagiaan bagi mereka yang sanggup menjaga dia dan hatinya, namun celakalah mereka yang menyia-nyiakannya.. Ia adalah Pasangan terbaik yang pernah ada.
Semoga aku sanggup membahagiakan dia setiap saat, membawa dia dalam mimpi-mimpi terdalamku, mewujudkan setiap asa dan cita yang diimpikannya, dan tak'kan pernah melepaskannya sampai kapanpun.
Tepat tanggal yang sama dengan hari ini, 19 bulan yang lalu, kami membaharui ikatan hubungan kami. Dan hari ini, ia memberikanku hadiah terindah yang belum pernah aku dapat selama 19 bulan: aku melihat kesetiaannya dengan pasangannya, dan dia datang padaku sebagai pasangan terbaik bagi pasangannya itu.
Mungkin hari ini aku masih tampak dungu seperti dulu saat kami bersama, tapi aku mendengar tiap apa keluhan hatinya dengan cara yang tak diketahuinya. Sedikit kecewa terbersit, tapi ya sudahlah. Aku sangat bahagia dengan ia yang kini bisa menjaga hati hanya untuk satu jiwa terkasihnya, dan yakinku ini akan membawanya untuk mendapatkan pasangan terbaiknya, entah dengan pasangannya kini yang kemudian berubah hati, dengan seseorang yang lebih baik, atau denganku yang kelak telah dipersiapkan hanya untuk dia. Memang aku bukan yang terbaik, tapi aku akan mengusahakan yang terbaik yang bisa kuberikan untuknya.
Satu hal lagi yang belum aku bisa pelajari dan matangkan: mempercayai pasangan sepenuhnya tanpa kecurigaan dan kecemburuan sedikitpun untuk hal-hal sepele. Mungkin seandainya aku bisa membinasakan memori jiwa ini tentang ia yang pernah tidak menjaga hati untuk pasangannya dan berpaling padaku, aku akan bisa melakukannya. Jaganatha, Tuhan Semesta Alam Yang Maha Termulia, bimbinglah hati ini agar benar-benar baru, siap, dan matang, hanya demi dan untuk dia seorang, Penantian Jiwa Terdalamku ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar