Minggu, 22 Maret 2015

Iman akan Cinta

"... kusadari meski Bintang bersinar di langit indah, aku 'tak akan mampu menggapai sinarnya┃dirimu 'kan s'lalu bersama dengannya, 'tak'kan berubah meski Cintaku kamu ..."
(Cintaku Kamu - Andhisa Paramitha Putri Raharjo) 



Hidup adalah menjalani hari, memenuhinya dengan segala nilai-nilai yang kita anggap baik dan mulia, termasuk Cinta di dalamnya. Ketika kita kehilangan, atau merasa sudah berkurang daripada nilai-nilai tersebut, maka sisalah kealfaan dalam jiwa. Ada yang kurang dan tak lengkap.

Setelah berlalunya dia, "someone special" di masa laluku, awalnya benci & dendam itu lahir, tapi sesungguhnya semua itu atas dasar usaha untuk melupakan, karena begitu dalamnya rasa di hati ini untuknya. Hati tak mungkin berdusta ...

Hampir tiap saat, lagu2 kenangan itu kuputar, dan bahkan sesering & sebisa mungkin tak berhenti. Tak kubiarkan pikir ini berlalu daripada kenangan akan ia. Aku masih ingin mengingat, bila mungkin mengilang sedikit hal-hal indah bersamanya. Selama itu bisa membuatku yakin kelak, di suatu masa yang akan datang, nantinya, aku akan bersama-sama dengannya, berbagi hati & hidum kami masing-masing hanya untuk pasangan kami: aku berbagi dengannya & dia berbagi denganku. Mengikat ikrar dihadapan Semesta, dan bersatu untuk waktu-waktu mendatang, selama yang kami bisa. Itu saja, tak lebih.

Mungkin hari ini ia tak bisa & enggan memenuhi itu, namun jiwa terdalamku yang berketulusan, yang bersatu dengan Semesta, sudah sangat yakin dan pasti bahwa nantinya kami akan bersama, meski entah kapan waktu itu datang ~

Aku beriman, pada Cinta & kemurnianNya yang Termulia. Kudus & Agunglah namanya ~  



"...meski t'lah kau semaikan Cinta dibalik senyuman indah, kau jadikan seakan nyata seolah kau belahan jiwa┃meskipun 'tak mungkin lagi 'tuk menjadi pasanganku, namun 'ku yakin di jiwa kau kekasih hati ... "
(Soulmate - Kahitna)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar